Senin, 22 April 2013

pembangunan daerah RAja Ampat, Papua

Raja Ampat, Papua

Meskipun kami punya potensi pertambangan, bukan itu yang diunggulkan. Pariwisata lebih kami kembangkan karena manfaatnya jangka panjang dan tak pernah habis. Dampak industri pariwisata ini multisektor,” jelas Yusdi N Lamatenggo, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Raja Ampat.

Kampung wisata
Strategi jitu lainnya, membangun kampung wisata di kampung-kampung yang punya potensi keindahan alam laut, pantai, dan fauna di hutannya. Kini, sudah ada lima kampung wisata, Yenwaupnor, Arborek, Yenbuba, Sawinggrai, dan Sawandarek, dan rencananya akan terus ditambah. Keberadaan kampung wisata menjadi aktualisasi keterlibatan langsung masyarakat sebagai operator dan penyedia jasa wisata.
ndikator lainnya, bertambahnya penginapan dari semula satu resort kini menjadi tujuh resort dan lima home stay di kampung wisata. Demikian juga jumlah kapal pesiar, alternatif wahana eksklusif menikmati Raja Ampat, meningkat dari 12 kapal menjadi 36 kapal dalam waktu tiga tahun. Tahun lalu, sebanyak 568 turis berwisata dengan kapal pesiar mengitari perairan Raja Ampat.
Namun, sumbangan industri pariwisata belum signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Raja Ampat. Sebab, pemda belum mengoptimalkan pendapatan dari pajak hotel, rumah makan, pajak orang asing, serta pajak investor asing yang berusaha di wilayahnya. Tahun 2010, pendapatan yang dihitung dari penjualan PIN, yakni bukti retribusi wisata, sekitar Rp 1,2 miliar atau 0,2 persen dari total PAD kabupaten, Rp 653 miliar.

Analisis: 
Daerah ini lebih mengembangkan di pariwisata. Di daerah ini juga membangun kampung wisata yang mempunyai potensi indah seperti alam laut, pantai, dan fauna hutannya.  Keberadaan kampung wisata menjadi aktualisasi keterlibatan langsung masyarakat sebagai operator dan penyedia jasa wisata.
Dari kampung wisata ini dapat mengasilkan pendapatan yang cukup menjanjikan. 

Minggu, 07 April 2013

Keadaan Perekonomian Indonesia

Kondisi Perekonomian Indonesia Saat Ini
Kondisi perekonomian Indonesia saat ini tidak seimbang. Dari berbagai kota yang pernah dikunjungi, pasti pernah terlintas di benak bahwa betapa banyaknya ketimpangan di negeri nan hijau ini. Di satu kawasan, berderet rumah besar, bagus, arsitektur indah, penghuninya sudah ditambah dengan beberapa pembantu, dan deretan mobil mewah pun ada di halaman.
Sebaliknya, masih banyak deretan rumah kardus dan rumah-rumah berpapan bekas dengan keadaan MCK seadanya atau kadang tak ada sama sekali hingga harus menumpang ke masjid. Itulah gambaran sekilas kondisi perekonomian Indonesia saat ini dilihat dari kondisi rumah tinggal rakyatnya.

Masalah Perekonomian Indonesia Saat Ini
Masalah perekonomian di Indonesia yang sempat terjadi bukan hanya masalah deflasi dan inflasi. Sektor ekonomi riil, seperti industri rumah tangga, pangan, maupun jasa, pun terkadang masih mengalami hambatan hingga saat ini sehingga masalah perekonomian yang ada di Indonesia belum tuntas sepenuhnya.

Jika kita mau menghubungkan masalah perekonomian Indonesia dengan pengangguran dan kemiskinan, tentu kondisi ekonomi Indonesia masih jauh disebut stabil. Usaha pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pokok pun seringkali mengalami kendala.
Alhasil, kita harus berulang-ulang mengimpor beras atau gandum dari negara lain. Output pertanian kita sampai sekarang masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam negeri. Inilah salah satu masalah perekonomian di Indonesia.
Kita pernah punya cerita manis dan membanggakan soal ketahanan pangan Indonesia. Ketika Sutan Sjahrir menjadi perdana menteri, Indonesia pernah memberikan bantuan beras kepada India sebanyak 2.000 ton. Prestasi yang sangat luar biasa di saat republik baru seumur jagung.
Namun, bagaimana dengan masalah perekonomian di Indonesia sekarang? India kini telah menjadi bagian dari kekuatan ekonomi Asia yang sangat diperhitungkan, di samping Cina dan Jepang.

http://www.anneahira.com/kondisi-perekonomian-indonesia-saat-ini.htm

ANALISIS :
Kondisi Perekonomian Indonesia saat ini tidak seimbang, kondisi ekonomi setiap daerah belum merata, ada daerah yang kawasannya mewah dan ada daerah yang kawasannya kumuh. seperti inilah yang dibilang ketidakmerataan
Masalah Perekonomian Indonesia saat ini banyaknya pengangguran dan kemiskinan.
pemangguran terjadi karena kurangnya lapangan kerja dan lapangan kerja yang sudah ada kebanyakan dikuasai oleh orang asing.sehingga terjadi banyak orang yang tidak mampu bersaing sehingga banyak yang menganggur. kemiskinan terjadi karena lebih besar pengeluaran dibanding dengan pendapatan
untuk mengatasi ini pemerintah banyak mengekspor seperti beras, padahal hasil pertanian kita masih belum mencukupi masyarakat dalam negeri.