Selasa, 22 Maret 2016

Kasus 3-1

KASUS 3-1    Berpegang Pada Prinsip
1.  Apakah perbedaan antara standar akuntansi berbasis aturan dan berbasis prinsip dan apakah keuntungan dan kerugian masing-masing?
Jawab : perbedaannya terlihat pada laporan keuangan.
Keuntungan dan kerugian terlihat dari pos-pos yang terkait, yaitu :
            a.       Amortisasi merek dan goodwill
            b.      Goodwill yuang berasal dari akuososo anak perusahaan dari luar negeri
            c.      Opsi saham
            d.      Surat berharga yang tersedia untuk dijual
            e.       Metode pencatatan pembeli
2.      Mengapa GAAP Amerika berubah perlahan menjadi pendekatan berbasis aturan? Apakah standar berbasis prinsip dapat efektif di amerika serikat?
Jawab : GAAP Amerika serikan semakin berubah karena regulasi akuntansi terhadap auditing dan merupakan yang paling padat dan secara substansi paling detail dibandingkan negara lain.
3.   Apa yang perlu di rubah do amerika serikat untuk membuat standar berbasis prinsip menjadi efektif?
Jawab : dengan cara mengkoordinasikan agenda penetapan standar masa depan sehingga masalah utama dapat dikerjakan secara bersama serta meresmikan komitmen untuk melakukan covergensi dengan menandatangani perjanjian nor walk.
4.   Apakah investor dan para anasisis akan dilayani dengan lebih baik dengan standar akuntansi berbasis aturan atau berbasis prinsip? Mengapa demikian?

Jawab : karena dengan berbasis prinsip dapat memberikan perlindungan kepada investor.

Minggu, 20 Maret 2016

Bab 3. Akuntansi Komaparatif : Eropa

BAB 3 Akuntansi Komaparatif : Eropa

Beberapa Pengamatan Tentang Standard dan Praktik Akuntansi
            Standar akuntansi merupakan regulasi atau peraturan yang mengatur pengolahan laporan keuangan. Jadi, standar akuntansi merupakan hasil dari susunan standar.
            Hubungan antara standar akuntansi dan praktik akuntansi sangat rumit, dan tidak selalu bergerak dalam gerakan satu arah. Dalam beberapa kasus, praktik diambil dari standar; di kasus lain, standar diambil dari praktik. Praktik bisa dipengaruhi oleh tekanan pasar, seperti tekanan-tekanan yang berhubungan dengan persaingan pendapatan dalam pasar modal.
IFRS Dalam Uni Eropa
            Pada tahun 2002, Uni Eropa menyetujui sebuah aturan akuntansi yang mengharuskan semua perusahaan Uni Eropa yang terdaftar dalam sebuah pasar resmi untuk mengikuti IFRS dalam laporan keuangan gabungan mereka, dimulai tahun 2005. Untuk memaham I akuntansi di Eropa, seseorang harus bisa memahami IFRS dan persyaratan akuntansi setempat.
Laporan Keuangan
            Laporan keuangan IFRS terdiri atas neraca gabungan, laporan laba rugi, laporan kas, laporan perubahan ekuitas dan catatan penkelasan. Ungkapan catatan harus mencakup :
·         Kebijakan akuntansi yang diikiuti
·         Penilaian yang dibuat oleh manajemen dalam menerapkan kebijakan akuntansi yang penting
·         Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber-sumber penting tentang ketidakpastian estimasi.
IFRS bisa dikesampingkan hanya dalam keadaan yang sangat jarang untuk mencapai kewajaran penyajian. Ketika IFRS dikesampingkan, pengaruh alam, pertimbangan dan keuangan awal dari IFRS harus diungkapkan.
Patokan Akuntansi
            Translasi laporan keuangan dari operasi asing didasarkan pada konsep mata uang fungsional. Mata uang fungsional merupakan lingkungan ekonomi utama dimana entitas asing tersebut beroperasi.
a.       Jika entitas asing memiliki mata uang fungsional yang berbeda dari mata uang dalam laporan perusahaan induk, maka laporan keuangannya akan ditranslasikan dengan menggunakan metode tariff yang ada dengan penyesuaian hasil translasi yang dicakup dalam ekuitas pemegang saham.
b.      Jika entitas asing memiliki mata uang fungsional yang sama dengan mata uang laporan perusahaan induk, laporan keuangan ditranslasikan sebagai berikut :
·         Tingkat akhir tahun untuk artikel moneter
·         Tingkat bursa berdasarkan tanggal transaksi untuk artikel non-moneter yang diterima pada nilai perolehan
·         Tingkat bursa berdasarkan tanggal penlaian untuk artikel non moneter yang diterima pada nilai wajar.

c.       Jika entitas asing memiliki mata uang fungsional dari sebuah ekonomi dengan inflasi yang sangat tinggi, laporan keungannya pertama kali diulangi untuk efek inflasi, selanjutnya ditranslasikan dengan menggunakan metode tariff yang telah dijelaskan sebelumnya.

Bab 2. Perkembangan dan Klasifikasi

BAB 2 Perkembangan dan Klasifikasi
Akuntansi memberikan informasi pengambilan keputusan kepada pasar surat berharga umum domestik dan internasional yang sangat besar. Akuntansi telah memperluas lingkupnya terhadap konsultasi manajemen dan menggabungkan teknologi informasi yang makin berkembang ke dalam sistem dan prosedurnya.
Dapat memahami dengan lebih baik sistem akuntansi suatu negara dengan mengetahui faktor-faktor dasar yang memengaruhi perkembangannya. Tentu saja akuntansi berbedadari satu tempat ke tempat lain diseluruh dunia dan pengetahuan mengenai faktor perkembangan membantu untuk memahami mengapa hal itu terjadi.
            Klasifikasi merupakan dasar untuk memahami dan menganalisis mengapa dan bagaimana sistem akuntansi nasional berbeda-beda. tujuan klasifikasi adalah untuk mengelompokkan sistem akuntansi keuangan menurut karakteristik khususnya. Klasifikasi merupakan cara untuk melihat dunia.
Perkembangan
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi nasional juga membantu menjelaskan perkembangan akuntansi antar-bangsa, yaitu
1.      Sumber Pendanaan
Sebaliknya, dalam sistem berbasis kredit dimana bank merupakan sumber utama pendanaan, akuntansi memiliki fokus pada perlindungan kreditor melalui pengukuran akuntansi yang konservatif dalam meminumkan pembayaran dividend an menjaga pendanaan yang mencukupi dalam rangka perlindungan bagi para peminjam.
2.      Sistem Hukum
Sistem hukum menetukan bagaimana individu dan lembaga berinteraksi. Dunia barat memikiki dua orientasi dasar : a. kodifikasi hukum (sipil)àakuntansi cenderung terpaku pada bentuk (formal) legalnya saja
 dan hukum umum (kasus) àpada kebanyakan negara hukum, aturan akuntansi ditetapkan oleh organisasi professional sektor swasta.

3.      Perpajakan
Di kebanykan negara, peraturan pajak secara efektif menentukan standar akuntansi karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya dalam keperluan pajak. Dengan kata lain, pajak keuangan dan pajak akuntansi adalah sama.
4.      Ikatan Politik dan Ekonomi
Banyak negara-negara berkembang menggunakan sistem akuntansi yang dikembangkan di tempat lain, entah karena dipaksakan kepada negara-negar tersebut atau karena pilihan mereka sendiri.
5.      Inflasi
Negara-negara dengan inflasi tinggi sering kali menuntut perusahaan-perusahaan melakukan berbagai perubahan harga ke dalam perhitungan keuangan mereka.
6.      Tingkat Perkembangan Ekonomi
Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan  manakah yang paling utama. Jenis transaksi menentukan masalah akuntansi yang dihadapi.
7.      Tingkat Pendidikan
Pendidikan akuntansi yang professional sulit dicapai jika taraf pendididkan disuatu negara secara umum juga rendah.
8.      Budaya
Di sini budaya berarti nilia-nilai danprilaku yang dibagi oleh suatu masyarakat.
Nilai sosial, yaitu : a. individualism, b. jarak kekuasaan, c. penghindaran ketidakpastian, dan 4. Maskulinitas
Hasil analisis Hofstede mengusulkan empat dimensi nilai akuntansi yang mempengaruhi praktik laporan keuangan suatu negara :
a.       Profesionalisme versus ketetapan wajib pengendalian
b.      Keseragaman versus fleksibilitas
c.       Konservatisme versus optimism
d.      Kerahasiaan versus transparansi


Klasifikasi
Klasifikasi secara empiris menggunakan metode statistic untuk mengumpulkan basis data prinsip dan praktik akuntansi seluruh dunia.
Empat pendekatan terhadap perkembangan Akuntansi
1.      Berdasarkan pendekatan makroekonomi, praktik akuntansi didapatkan dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makroekonomi nasional. Tujuan perusahaan umumnya mengikuti dan bukan memimpin kebijakan nasional, karena perusahan bisnis mengkoordinasikan kegiatan mereka dengan kebiakan nasioanal.
2.      Berdasarkan pendekatan mikroekonomi, fokusnya terletak pada perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup. Untuk mencapai tujuan ini, perusahaan harus mempertahankan modal fisik yang dimikili.
3.      Berdasarkan pendekatan disiplin independen, akuntansi berasal dari praktik bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dari pertimbangan, cola-cola, dan kesalahan. Akuntansi berkembang secara independen di Inggris dan Amerika Serikat.
4.      Berdasarkan pendekatan yang seragam, akuntansi distandardisasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administrative oleh pemerintah pusat. Keseragaman dalam pengukuran, pengungkapan, dan penyajian akan menudahkan informasi akuntansi dalam mengendalikan seluruh jenis bisnis.
Sistem Hukum : Akuntansi Hukum Umum Versus Kodifikasi Hukum
1.      Akuntansi dalam negara-negara hukumumum memiliki karakteristik berorientasi terhadap “penyajian wajar”
2.      Akuntansi dalam negara-negara yang menganutkodifikasi hukum memiliki karakteristik berorientasi legalistic, tidak membiarkan pengungkapandalam jumlah kurang, dan kesesuaian antara akuntansi keuangan dan pajak
Sistem Praktik : Akuntansi Penyajian Wajar Versus Kepatuhan Hukum
Pembedaan antara penyajian wajar dan kesesuaian hukum menimbulkan pengaruh yang besar terhadap banyak permasalahan akuntansi, seperti :
1.   Depresiasi, dimana beban ditentukan berdasarkan penurunan kegunaan suatu aset selama masa manfaat ekonomi (penyajian wajar) atau jumlah yang ditentukan untuk tujuan pajak (kepatuhan hukum)
2.   Sewa guna usaha yang memiliki substansi pembelian aset tetap (properti) diperlakukan seperti sewa operasi yang biasa (kepatuhan hukum),

3.   Pension dengan biaya yang diakui pada saat dihasilkan oleh karyawan (penyajian wajar) atau dibebankan menurut dasar dibayar pada saat berhenti bekerja (kepatuhan hukum).

Bab 1. Pendahuluan

BAB 1 PENDAHULUAN
Sudut Pandang Sejarah  
Sejarah akuntansi merupakan sejarah Internasional.kronologi berikut ini menunjukkan bahwa akuntansi telah meraih keberhasilan besar dalam kemampuannya untuk diterapkandari satu kondisi nasional ke kondisi lainnya sementara di pihak lain memungkinkan timbulnya pengembangan terus-menerus dalam bidang teori dan praktik di seluuruh dunia. Sifat warisan akuntansi yang internasional tersebut adalah bahwa di banyak negara, akuntansi tetap merupakan masalah nasional, dengan standar dan praktik nasional yang melekat sangat erat dengan hukum nasional dan aturan professional. Mengatasi paradoks sejarah akuntansi ini telah lama menjadi perhatian baik bagi pengguna maupun penyusun informasi akuntansi.
Pertumbuhan dan Penyebaran Operasi Multinasional
Bisnis Internasional secara tradisional terkait dengan perdangan luar negeri. Isu akuntansi utama yang berhubungan dengan kegiatan ekspor dan impor adalah akuntansi untuk transaksi dalam mata uang asing. Bisnis Internasional semakin berhubungan dengan investasi asing langsung, yang meliputi pendirian sistem manufaktuir atau distribusi di luar negeri dengan membentuk afiliasi yang dimiliki seuntuhnya, usaha patungan atau aliansi strategis.
Kompetisi Global
Faktor lain yang turut menyumbangkan semakin pentingnya akuntansi internasional adalah fenomena kompetisi global.penentuan acuan (benchmarking), suatu tindakan untuk membandingkan kinerja satu pihak dengan suatu standar yang memadai, bukanlah hal yang baru. Yang baru adalah standar perbandingan yang digunakan kini melampaui batas-batas nasional. Dalam penentuan acuan terhadap pesaing international, seseorang harus berhati-hati untuk memastikan bahwa perbandingan yang dilakukan memang benar-benar dapat dibandingkan.
Merger dan Akuisisi Lintas Batas
Apabila merger umumnya diringkas dengan istilah sinergi operasi atau skala ekonomi, akuntansi memainkan peranan yang penting dalam mega konsolidasi ini karena angka-angka yang dihasilkan akuntansi bersifat mendasar dalam proses penilaian perusahaan. Perusahaan yang melakukan akuisisi ketika sedang memberikan tawaran atas target akuisisi asing adalah sejauh laba-earnings
Internasionalisasi Pasar Modal
Faktor yang banyak menyumbangkan perhatian lebih terhadap akuntansi internasional di kalangan eksklusif perusahaan, investor, regulator pasar, pembuat standar akuntansi, dan para pendidik ilmu bisnis adalah internasionalisasi pasar modal seluruh dunia. Data statistic memperlihatkan bahwa dalam arus modal lintas batas negara telah melonjak naik menjadi lebih dari dua puluh kalilipat sejak tahun 1990.sementara itu, nilai penawaran sekuritas internasional telah melonjak dari lebih dari empat kali lipat dalam periode yang sama, dan saat ini telah melampaui nilai lebih dari 1,5 triliun dolar. Penawaran internasional yang berkenaan dengan obligasi (surat utang), pinjaman modal perusahaan dan prasarana utang lainnya, semua ini telah melonjak naik secara dramatis sejak tahun 1990.
Amerika
Ekonomi AS dan pasar sahamnya pertumbuhan tanpa henti selama tahun 1990 an. Saat ini, baik NYSE maupun NASDAQ mendominasi bursa efek lain di seluruh dunia dalam hal kapitalisasi pasar, nilai perdagangan saham domestic, nilai perdagangan saham asing (di luar Bursa Efek London-LSE), jumlah perusahaan domestic yang mencatatkan saham dan jumlah perusahaan asing yang mencatatatkan sahamnya. Relative pentingnya Amerika dalaam pasar ekuitas global juga meningkat.
Eropa Barat
Eropa adalah wilayah pasar ekuitas terbesar di dumia dalam hal kapitalisasi pasar dan volume perdagangan. Perluasan ekonomi secara signifikan turut menyumbangkan pertumbuhan pasar ekuitas Eropa yang cepat selama paruh kedua tahun 1990an. Faktor terkait di Eropa Kontinental adalah perubahan perlahan menuju orientasi ekuitas yang sudah lama menjadi cirri-ciri pasar ekuitas London dan Amerika Utara. Pasar ekuitas Eropa akan terus tumbuh, reformasi pension, sebagai satu contoh, telah menimbulkan permintaan baru tyerhadap kesempatan investasi. Persaingan terus-menerus di antara bursa efek Eropa ikut berperan dalam membangun kultur pasar modal. Selama kurun 1990, pasar modal di benua Eropa telah menjadi makin terarahkan pada kepentingannya para investor baru. Danyak dari para regulator sekuritas dan bursa efek di Eropa yang telah menerapkan tata peraturan pasar yang lebih ketat dan saat ini justru makin memperkokoh upaya penegakan tata peraturan tersebut.
Asia
Beberapa pengkritik berpendapat bahwa pengukuran akuntansi, pengungkapan, dan standar auditing di Asia serta pengawasan dan penegakan implementasi standar tersebut lemah.beberapa perintah negara di Asiasecara periodik mengumumkan bahwa mereka akan melakukan intervensi dalam pasar ekuitas untuk meningkatkan harga saham dan memanipulasi pasar bukan hal yang tidak umum. Namun demikian, prospek pertumbuhan masa depan dalam pasar ekuitas Asia tampak kuat, kapitalisasi pasar sebagai persentase dari produk dosmetik bruto di Asia terbilang rendah dibandingkan dengan di Amerika Serikat dan beberapa pasar utama Eropa.
Pencatatan dan Penertiban Saham Lintas Batas Negara

Gelombang minat melakukan pencatatan saham lintas batas negara tidak merupakan fenomena kesempatan. Bukti menunjukkan bahwa perusahaan penerbit saham bermaksud melakukan pencatatan lintas-batas di Eropa untuk memperluas kelompok pemegang saham, meningkatkan kesadaran terhadap produk mereka dan atau membangun kesadaran masyarakat terhadap perusahaan, khususnya negara-negara dimana perusahaan memiliki operasi yang signifikan dan atau pelanggan utama