PERUBAHAN
IKLIM
Perubahan
iklim adalah perubahan jangka panjang dalam distribusi
pola cuaca secara statistik sepanjang periode
waktu mulai dasawarsa hingga jutaan tahun. Istilah ini bisa juga
berarti perubahan keadaan cuaca rata-rata atau perubahan distribusi peristiwa
cuaca rata-rata, contohnya, jumlah peristiwa cuaca ekstrem yang semakin banyak
atau sedikit. Perubahan iklim terbatas hingga regional tertentu atau dapat terjadi di
seluruh wilayah Bumi.
Kita sudah
mengetahui sebagian dari akibat pemanasan global ini - yaitu mencairnya
tudung es di kutub, meningkatnya suhu lautan, kekeringan yang berkepanjangan,
penyebaran wabah penyakit berbahaya, banjir besar-besaran, coral bleaching dan
gelombang badai besar. Kita juga telah mengetahui siapa yang akan terkena
dampak paling besar - Negara pesisir pantai, Negara kepulauan, dan daerah
Negara yang kurang berkembang seperti Asia Tenggara.
Selama
bertahun-tahun kita telah terus menerus melepaskan karbondioksida ke atmosfir
dengan menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batubara, gas
bumi dan minyak bumi. Hal ini telah menyebabkan meningkatnya selimut alami
dunia, yang menuju kearah meningkatnya suhu iklim dunia, dan perubahan iklim
yang tidak dapat diprediksi juga mematikan. Greenpeace percaya bahwa hanya
dengan langkah pengurangan emisi gas rumah kaca yang sistematis dan radikal
dapat mencegah perubahan iklim yang dapat mengakibatkan kerusakan yang lebih
parah kepada ekosistem dunia dan penduduk yang tinggal didalamnya.
Dampak paling besar saat ini
memang ditanggung oleh sistem alam, tetapi para ilmuwan khawatir dampak pada
manusia juga akan bertambah luas, demikian dilaporkan wartawan BBC Matt
McGrath. Kesehatan, rumah, dan makanan kita kemungkinan akan terancam oleh
naiknya suhu, demikian kesimpulannya. Laporan ini menyoroti fakta bahwa dampak perubahan
iklim tidak bisa dipulihkan dan bersifat masif di semua benua dan di lautan.
Dampaknya adalah cuaca ekstrem
seperti hujan lebat, badai dengan kekuatan yang lebih kuat, dan gelombang
panas. Pencairan es kutub memicu kenaikan air laut sehingga mengancam komunitas
warga, ekosistem, dan kota di pesisir. Sementara itu, pengasaman laut juga
berdampak luas bagi spesies-spesies laut termasuk terumbu karang.
Refrensi :