Rabu, 07 Januari 2015

Perubahan Iklim



PERUBAHAN IKLIM
Perubahan iklim adalah perubahan jangka panjang dalam distribusi pola cuaca secara statistik sepanjang periode waktu mulai dasawarsa hingga jutaan tahun. Istilah ini bisa juga berarti perubahan keadaan cuaca rata-rata atau perubahan distribusi peristiwa cuaca rata-rata, contohnya, jumlah peristiwa cuaca ekstrem yang semakin banyak atau sedikit. Perubahan iklim terbatas hingga regional tertentu atau dapat terjadi di seluruh wilayah Bumi.
Kita sudah mengetahui  sebagian dari akibat pemanasan global ini - yaitu mencairnya tudung es di kutub, meningkatnya suhu lautan, kekeringan yang berkepanjangan, penyebaran wabah penyakit berbahaya, banjir besar-besaran, coral bleaching dan gelombang badai besar. Kita juga telah mengetahui siapa yang akan terkena dampak paling besar - Negara pesisir pantai, Negara kepulauan, dan daerah Negara yang kurang berkembang seperti Asia Tenggara.
Selama bertahun-tahun kita telah terus menerus melepaskan karbondioksida ke atmosfir dengan menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batubara, gas bumi dan minyak bumi. Hal ini telah menyebabkan meningkatnya selimut alami dunia, yang menuju kearah meningkatnya suhu iklim dunia, dan perubahan iklim yang tidak dapat diprediksi juga mematikan. Greenpeace percaya bahwa hanya dengan langkah pengurangan emisi gas rumah kaca yang sistematis dan radikal dapat mencegah perubahan iklim yang dapat mengakibatkan kerusakan yang lebih parah kepada ekosistem dunia dan penduduk yang tinggal didalamnya.
Dampak paling besar saat ini memang ditanggung oleh sistem alam, tetapi para ilmuwan khawatir dampak pada manusia juga akan bertambah luas, demikian dilaporkan wartawan BBC Matt McGrath. Kesehatan, rumah, dan makanan kita kemungkinan akan terancam oleh naiknya suhu, demikian kesimpulannya. Laporan ini menyoroti fakta bahwa dampak perubahan iklim tidak bisa dipulihkan dan bersifat masif di semua benua dan di lautan.
Dampaknya adalah cuaca ekstrem seperti hujan lebat, badai dengan kekuatan yang lebih kuat, dan gelombang panas. Pencairan es kutub memicu kenaikan air laut sehingga mengancam komunitas warga, ekosistem, dan kota di pesisir. Sementara itu, pengasaman laut juga berdampak luas bagi spesies-spesies laut termasuk terumbu karang.
Refrensi :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar