KISAH
GADIS KEMBAR YANG TINGGAL DI JALANAN
Di
suatu daerah terdapat gadis kembar yang bernama rina dan rini. Mereka gadis
kembar yang tinggal dijalanan dengan rumah yang seadanya. Rina dan rini berumur
15th. Mereka hanya hidup ber
dua di rumah yang sangat sederhana. Orang tua mereka pergi meninggalkan mereka
selamanya. Rina dan rini harus berjuang hidup tanpa seorang sosok orangtua.
Gadis kembar ini tidak mempunyai saudara lagi selain saudara kembarnya. Rina
adalah sosok kaka yang baik untuk rini. Mereka harus bekerja setiap harinya
untuk bisa hidup, pekerjaan yang dilakukan adalah mengamen.
Rina
dan rini mengamen ke daerah yang berbeda beda. rina mengamen di daerah yang
cukup jauh dari tempat tinggalnya sedangkan rini mengamen di sekitar tempat
tinggalnya. Saat pagi hari gadis kembar ini mulai berpisah satu dengan yang
lain menuju ke tempat dimana bisanya mereka mencari uang. satu demi satu lampu
merah kami lalui demi mendapatkan uang untuk kami makan, ujar ‘rina’
Gadis
kembar ini bekerja mulai pagi hari samapi sore menjelang malam hari. hampir
seharian aku tidak bertemu dengan kaka ku. Kami hanya bertemu setiap harinya di
malam hari, Saat malam hari kami berkumpul, kami mulai menghitung uang yang
kami dapat saat mengamen seharian. Setelah menghitung hasil baru kami bisa tau
apakah malam ini kami dapat makan sepiring berdua atau sepiring untuk seorang.
Ujar rini
Dengan keaadan rina dan rini yang seperti ini, mereka
harus mengorbankan pendidikan. Kami sebenernya inign sekali dapat melanjutkan
sekolah kami. Tapi kami hanya bisa merasakan bangku sekolah sampai kelas 2 SD
saja. Kami hanya mengikut pengajaran di rumah singgah dekat tempat tinggal kami
yang diadakan seminggu sekali, kami senang masih bisa belajar meski hanya
dirumah singgah. Kami sangat rutin mengikuti pembelajaran yang diadakan setiap minggunya.
Ujar seorang kaka
Perjuangan gadis
kaembar ini yang begitu berat dilalui dari hari ke hari demi mendapatkan uang
untuk bertahan hidup. Banyak hal – hal yang dialami gadis kembar ini saat
mereka mulai bekerja. tapi rasa yang tidak mengenakan yang dialami hanya bisa
mereka rasakan saja bersama sama.
Meskipun keadaan ini tidak diinginkan, gadis kembar ini
tetap semangat menjalani kehidupan hari demi hari. mereka tetap kompak satu
sama lain, saling membantu dan saling menyayangi. Mereka tetap berjuang bersama
sama untuk mewujudkan impian mereka masing – masing. Meski tidak mudah
mencapainya, mereka tidak putus asa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar